Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Cinta Dalam Kata

Kamu harus ingat, perihal berpasangan bukan hanya cinta dalam kata. Kamu menuntut perhatinnya, namun waktumu tak kunjung kamu berikan padanya. Apalagi yang bisa menunjukkan kamu memang benar-benar mencintainya, jika rindu yang menggebu di dadanya tidak jua kamu tuntaskan. Dirimu terlalu asyik dengan kenyamananmu yang tanpa dia, lalu masih pantaskah kamu menyebut mencintainya? Pantas saja dia berandai-andai lalu mengada-ada perihal kamu. Disaat-saat seperti ini, seseorang lain datang mendengarkan ceritanya. Seseorang lain dengan rela memberi waktunya, sembari mengulurkan tangan mengangkatnya dalam kebingungan. Kamu sebut dia pengkhianat, padahal kamulah asal mulanya. Tidak ada apa-apa yang kamu beri padanya, selain cinta dalam kata tanpa usaha. Dia memang pengkhianat, lalu kamu lebih pantas disebut apa? Korbankah? Setelah kamu menjadi pelaku awal yang menghendaki ini semua dengan atau tanpa kamu sadari. Tolonglah berpikir lebih manusiawi, hati manusia ini cepat berubahnya. Jik...

Hal yang Berkecamuk di Dadamu

Aku tidak tau harus bercerita dari mana. Malam ini beberapa hal menari-nari dalam kepalaku, alangkah baiknya kutuliskan saja. Suatu saat nanti aku kembali membaca tulisan ini sambil tersenyum dan mengatakan “Aku telah menemukan lelaki sejati ku” - meskipun saat ini masih entah. Tidak ada yang tau seperti apa akhir perjalanan cinta. Saat ini pun dengan seseorang yang ku sebut kekasih, aku masih belum menebak akhir dari kisah kasih ini. Cinta bisa saja merobek robek hatimu, mengacaukan hari mu juga membuat bahagia hatimu. Cinta tidak menenangkan, aku tidak percaya bahwa cinta itu menenangkan. Semakin engkau nyaman pada cintanya, dadamu akan selalu bergetar-tak tenang. Saat ini dadaku sedang dipenuhi kebingungan. Bahkan untuk ini pun tidak pantas disebut tenang. Beberapa perubahan kau tunjukkan padaku di tiap harinya. Kau jauh, sangat jauh dari tanganku yang sedari tadi melambai-lambai ke arah mu. Aku seperti melihat diriku yang dahulu dalam sikapmu  saat ini . Dahulu – sebelum d...