Postingan

Egois

Kau bukan lagi yang dulu. bukan lagi orang yang ku tuju dalam setiap harapan di masa nanti. Aku terlalu lelah dengan cara caramu. Setiap kali aku ingin kau ada, kau justru pergi. Ketika aku ingin kau menemani, kau malah memilih untuk tidak berada disini. Terlalu banyak hal baik yang ku lalui tanpamu. Semuanya berjalan dengan biasa biasa saja, seperti tanpa kekasih.  Jika nanti kita benar benar telah usai, ingatlah nasihatku ini. Egomu jangan lebih besar dibanding cintamu. Ego hanya akan membunuh perasaan perasaan halus nan elok. Ego memperburuk hatimu. Baiklah , mari kita perjelas. Kita ini apa dan sedang apa? Masih ada cinta atau hanya ego? Liria Lase 30 Oktober 2017, 23.52

Selasa, 24 Oktober 2017

Selasa kemarin, tepatnya adalah hari ulang tahun kelahiran saya yang ke 23. Pagi-pagi sekali saya bersujud syukur kepada Tuhan karena telah diberikan kehidupan yang baik hari demi hari. Saya juga bersyukur karena hingga di usia 23 tahun ini, saya masih bersama-sama dengan kedua orang tua saya. Mengenang kembali beberapa kejadian yang terjadi di waktu-waktu kemarin, membuat saya meneteskan air mata. Saya terharu karena Tuhan begitu baik dan telah memberikan saya kekuatan. Seperti biasa saya harus berangkat kerja jam 07.30 dengan target harus sampai di kantor jam 07.50. Dan berhasil, saya sampai di waktu yang tepat. Pekerjaan yang menumpuk harus segera saya selesaikan pagi itu. Sedang asik bekerja, tanpa terasa hari sudah menunjukkan pukul 10.35, HP saya berbunyi. Panggilan dari Papa. "Halo, ada dapat kabar dari rumah sakit?" "Tidak apa, apa ada kabar terbaru?" Saya baru ingat kalau ternyata keponakan saya yang paling kecil baru saja di larikan ke rumah sakit...

Jangan Menjadi Orang Asing Bagiku

Jangan diam, kau seperti orang asing bagiku Sangat sulit untuk kupercaya tentang itu Bercerita sajalah tentang penatmu, tentang masalahmu, tentang ketakutanmu Tentang apa saja hal yang membuat harimu tidak baik Aku akan selalu mendengar, setidaknya kau tidak sendiri  Jangan tidak peduli, aku seperti di abaikan Maklumi saja kanak-kanak ku ini Aku sedang rindu menjadi kanak-kanak Aku harap kau menjadi dewasa ketika aku bertingkah kanak-kanak Aku ingin dirimu bertanya, cukup bertanya saja Jangan begini, hariku buruk karenamu Bukankah kita sedang dalam perjalanan menuju bersama? Jangan menjadi orang asing bagiku Liria Lase, 21 Oktober 2017 Pasar Usang

Tuhan Lebih Tau yang Terbaik untuk Kita

Tidak ada yang dapat menebak dengan pasti kehidupan seseorang. Jika saat ini susah, beberapa waktu ke depan bisa saja senang. Jika saat ini sedang gelisah mencari pekerjaan, bisa saja sepuluh tahun ke depan sudah di tempat kerja impian. Jika saat ini gagal mendapatkan beasiswa, bisa saja setahun ke depan telah di universitas idaman. Jika saat ini sedang galau perihal jodoh, mana tau dua tahun kedepan telah menikah dengan seseorang yg paling baik hatinya. Jika saat ini di pandang sebelah mata, bisa saja esok hari di puja puja oleh semua mata. Tidak ada yang bisa mengetahui perihal kehidupan manusia. Diri kita sendiri tidak pernah tau, kejadian-kejadian luar biasa apa yg akan terjadi dalam kehidupan kita kedepannya. Lalu bagaimana mungkin perkataan orang lain yang menghina kita, yang mengatakan bahwa kita tidak akan menjadi apa-apa nantinya, membuat kita down. Membunuh semangat dan mimpi-mimpi yang telah kita bangun sebelumnya. Tidak ada kata terlambat untuk membuat perubahan. Untuk...

Surat Untuk Diriku di Masa Depan

Surat ini kutuliskan untuk diriku dimasa depan. Agar nanti aku tidak lupa diri. Hai diriku, selamat untuk usia yang membawamu mengenal banyak hal. Jangan lupa tentang masa kecilmu yang berlari-lari di pematang sawah dan mencari kayu bakar. Perlu kuingatkan hal ini padamu, supaya kamu tidak menjadi angkuh. Hai diriku, ketika menulis surat ini aku sedang membayangkan diriku sedang berdiri di depan kelas, membagi setiap hal yang bisa kubagi kepada mahasiswa-mahasiswa beruntung. Kau sendiri paham, cita-citaku adalah menjadi seorang dosen. Aku tidak tau takdir seperti apa yang disuratkan Tuhan padaku. Saat ini aku sedang bermimpi tentang itu. Hai diriku, masa kecilmu bahagia. Jadi jangan pernah sakiti orang lain. Semua cinta yang kau dapatkan melalui celotehan ibu dan nasehat bapak, kuharap kau bagi untuk orang-orang di sekitarmu. Semoga engkau bersedia rendah hati agar cinta selalu mengelilingimu. Hai diriku, apakah saat ini kau sedang merindukan ibu dan bapak? Ketika surat ...

JODOH

"Aku bisa apa Naya? Orang tuamu sudah menerima lamaran Edo untukmu. Tolong kamu jelaskan kita ini sedang apa? Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk bersama" "Bram, aku sudah sangat bersabar menunggu kepastian darimu. Berulang kali aku bertanya kapan datang bertemu dengan orang tua ku, ternyata kamu tak cukup nyali untuk itu? Aku ini perempuan, dua tahun bersama artinya kau sudah mengenal ku dengan cukup. Lalu kau hanya menyanggupiku sebatas pacar. Aku ini perempuan, aku ingin kepastian darimu" "Bahasa apalagi yang harus kuucapkan padamu Nay? Aku akan datang kepada orang tuamu jika waktunya sudah tepat. Aku janji untuk itu" "Waktu yang tepat menurutmu, bukan menurut ku. Hubungan itu berdua Bram, bukan sendiri. Aku tak tau kapan waktu yang tepat menurutmu itu. Aku rasa ini memang jalan terbaik untuk hubungan ini. Jangan ada kata kita lagi. Aku sudah cukup sabar menunggu Bram. Terima kasih untuk cinta terbaik darimu" "Nay, kamu mas...

Sudah Kenyang dengan Abaimu

Bolehkah aku merasa bosan ketika kau sedang cinta cintanya? Seperti hal yang sama kau lakukan padaku dulu. Tidak kau balas pesanku, jika pun kaubalas hanya sekali sehari ketika malam saja dan itu dengan obrolan sangat singkat. Bukannya balas dendam mas, aku hanya ingin memberitahumu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu. Lalu setelahnya kau katakan sedang bosan padaku. Terlalu jujur memang. Aku suka kejujuranmu. Tapi bukan berarti aku bahagia mempunyai kekasih yang sejujur dirimu. Jika bosan, maka tinggalkan saja. Jangan lagi kau beri cinta untuk orang yang membuatmu bosan. Aku takut jika suatu masa nanti kau bosan lagi, lalu setelah itu kau cinta lagi, bosan lagi, cinta lagi. Seperti sebuah lagu dari dari Rio Febrian – Jenuh. Hal yang wajar memang akan ada rasa jenuh dalam kita. Tapi aku berharap jangan menyakitiku dengan rasa rasa itu. Jika aku jenuh, aku memilih untuk mengingat lagi masa-masa dulu yang jauh dari kata jenuh. Tapi kamu lebih memilih abai padaku. Sebelumnya k...